Kebudayaan merupakan peninggalan sejarah yang tak ternilai harganya, baik peninggalan kebudayaan dalam bentuk fisik yang tampak (tangible) maupun kebudayaan yang tak tampak (intangible). Dalam hal pengembangan pariwisata berbasis komunitas, kebudayaan lokal menjadi aset penting yang bernilai tinggi, wajib dijaga sekaligus dilestarikan.

Di berbagai wilayah wisata di Indonesia, seperti Bali, Yogyakarta, Toraja, Papua, dan wilayah lainnya, kebudayaan menjadi ikon dan aset yang dijaga keberadaanya. Budaya bagi pariwisata, bukan semata tentang daya tarik, tapi warisan kebudayaan juga sebagai tatanan nilai untuk menjaga kearifan dalam bentuk adat istiadat yang dipegang teguh oleh warga disekitarnya. Sehingga wisata, juga bisa bermanfaat sebagai ruang belajar (edukasi), tempat pengayaan batin (religi) bagi masyarakat sekitar dan pengunjung.

Dieng juga memiliki warisan kebudayaan yang tinggi. Peninggalan sejarah berupa ragam candi berikut artefak yang ada menunjukan Dieng pada masa lalu adalah pusat peradaban kebudayaan. Dieng disebut juga Di Hyang yang artinya taman dewa/ Negeri Para Dewa.

Sebagai pusat peradaban masa lalu, leluhur masyarakat Dieng meninggalkan warisan kebudayaan berikut tatanan nilai yang telah dibangun sebagai paugeran (aturan) tatanan kehidupan umat Hindu waktu itu. Sejumlah peninggalan purbakala berupa bangunan candi yang diperkirakan dibangun pada abad ke-7 pada masa Dinasti Sanjaya itu membuktikan adanya peradaban yang telah terbangun diketinggian 2200 meter di atas permukaan laut.

Warisan luhur itu tentu tak akan bermakna jika generasi penerusnya tak bisa menjaga dan merawatnya. Karena merawat peradaban berarti juga menjaga kearifan lokal untuk kehidupan manusia dan alam sekitarnya. Zaman boleh berubah, tetapi sejarah masa lalu tak bisa dihapus. Ia harus selalu diingat sebagai sumber pengetahuan untuk menjalani kehidupan.

Kawasan Dieng memiliki panorama yang indah, berikut ragam fenomena alam berupa telaga dan kawah vulkanik yang bertebaran di sekitar dataran tinggi Dieng. Keindahan alam ini bak surga yang tersembunyi di bumi Jawa. Belakangan, banyak orang datang ke Dieng untuk menikmati matahari terbit (sunrise) diberbagai pucak gunung di dataran tinggi Dieng. Kekayaan alam ini tentu berkah bagi Dieng, selain alamnya yang subur, berbagai fenomena keindahan alam di Dieng menjadi daya tarik wisatawan untuk menikmati keindahannya.

Sebagai salah satu upaya dari pengembangan pariwisata di kawasan dataran tinggi Dieng, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegaraga bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar Festival Budaya Dieng (Dieng Culture Festival) yang ke-8 pada tahun 2017.

Dieng Culture Festival ini bukan semata untuk mengenalkan potensi wisata di dataran tinggi Dieng, tapi juga sebagai tempat belajar banyak orang yang terlibat, sekaligus untuk mempertemukan para pelaku kreatif dalam bidang pariwisata dari seluruh Indonesia. Termasuk didalamnya berbagai pelaku ekonomi usaha kecil pedesaan disekitar dataran tinggi Dieng yang kami undang untuk ikut mempromosikan produk-produk UKM (Usaha Kecil Menengah) selama penyelenggaraan Dieng Culture Festival ke-8.

0